Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

Pria ini Klaim Berhasil Foto Kehidupan Peri di Area Pedesaan

John Hyatt, 53 tahun, mengatakan serangkaian foto dia ambil dua tahun terakhir itu membuktikan makhluk kecil bersayap tersebut ada di lembah Rossendale, sebuah distrik di wilayah Lancashire, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (4/4).

Direktur di Institut Manchester untuk Penelitian dan Inovasi di Bidang Seni dan Desain (MIRIAD) di Universitas Metropolitan Manchester itu menegaskan foto dia ambil itu asli dan belum diubah dengan cara apapun. Saat ini Hyatt telah memajang foto-fotonya itu di sebuah pameran khusus.

Hyatt, yang juga anggota dari band Punk the Three Johns di era 1980-an dan 1990-an, mengatakan orang-orang dewasa yang telah melihat foto-foto itu mulai berpikir peri mungkin memang nyata.

"Ini menjadi sebuah kejutan ketika saya mengambil foto-foto mereka, saya melakukannya dua kali. Setelah itu saya mencoba mengambil foto lalat dan serangga kecil, tapi mereka tidak terlihat sama," kata Hyatt.

"Orang dapat memutuskan bagi diri mereka sendiri, makhluk apa itu. Tapi pesan yang bisa disampaikan kepada orang-orang adalah agar melihatnya dengan pikiran terbuka," ujar dia.

"Saya pikir ini adalah salah satu situasi di mana Anda harus percaya dengan melihat. Banyak orang telah melihat foto itu dan mengatakan gambar-gambar itu telah membawa sedikit keajaiban dalam hidup mereka," lanjut dia.

Hyatt, yang tinggal di Kota Rawtenstall di pusat Rossendale, telah mengunggah beberapa foto miliknya di media sosial dan mengatakan gambar-gambar itu telah menarik banyak perdebatan.

Pameran foto itu, yang disebut sebagai Peri Rossendale, akan dipamerkan di Museum Whitaker di Whitaker Park di Rossendale, selama musim semi.

Hyatt mengatakan Peri Rossendale tidak sama seperti kisah terkenal Peri Cottingley, di mana dua murid sekolah di Bradford mengaku telah memotret peri di kebun mereka. Namun mereka mengkonfirmasi 60 tahun kemudian foto itu telah dipalsukan dengan potongan-potongan kardus.

Namun dia mengakui makhluk yang diambil dalam fotonya itu sangat jauh dari karakter digambarkan dalam cerita anak-anak dan berharap foto itu akan mengubah persepsi orang tentang peri. "Ada hal-hal aneh dalam hidup ini selain peri dan itu hidup tumbuh di mana-mana."

"Saya tidak percaya mereka adalah versi kecil dari manusia yang pulang ke rumah dan meminum secangkir teh pada malam hari," ujar dia.

"Dari pengalaman saya mereka hanya ingin menikmati hari mereka sendiri dengan sedikit tarian di bawah sinar matahari. Mereka hanyalah gambaran keindahan dan kecantikan yang dapat membuat orang-orang percaya," ucap Hyatt.

Pada 2009, pria asal Inggris bernama Phyllis Bacon, 55 tahun, percaya dia telah mengambil sebuah foto peri di bagian bawah taman di rumahnya di wilayah New Addington, dekat Kota Croydon, di London Selatan.

Pria ini Klaim Berhasil Foto Kehidupan Peri di Area Pedesaan

More aboutPria ini Klaim Berhasil Foto Kehidupan Peri di Area Pedesaan

Misteri dan Seramnya Danau Toba

Misteri dan Seramnya Danau Toba

Membicarakan soal danau Toba tentunya tak lepas dari penjelasan mengenai danau vulkanik dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di kota Medan, Sumatera Utara. Danau ini adalah danau air tawar terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara di mana di bagian tengah Toba terdapat pulau vulkanik, Samosir.

Toba memang indah, tapi tahukah kamu kalau Toba juga menyimpan kisah-kisah misterius soal keberadaan makhluk kasat mata? Memang ada yang percaya dan tidak. Namun menyimak kisah-kisah angker di Toba, apa yang kamu pikirkan? Dilansir berbagai sumber, ini beberapa di antaranya.

1. Sosok Misterius Tepi Danau

Sekelompok mahasiswa alumni USU pernah menghabiskan malam bersama di pinggiran Toba. Seperti lazimnya sekelompok anak muda, mereka pasti menghabiskan waktu dengan berfoto bersama saat waktu mendekati Maghrib itu. Asyik berfoto, ternyata mereka menyadari sebuah keganjilan saat foto-foto tersebut dicetak. Dari semua foto ada salah satu foto yang berwarna pucat.

Yang lebih mengerikan lagi adalah terlihat sosok jauh di belakang mereka tampak seperti seekor monyet namun mirip manusia dengan wajah menyerupai kakek tua dan sangat menyedihkan dan kaki yang terayun serta tubuh membuungkuk.

2. Para Pengganggu Tongging

Kisah ini terjadi di malam tahun baru 2009 saat sekelompok orang menikmati indahnya pergantian tahun di desa Tongging, desa tepi danau Toba. Untuk mendapatkan pemandangan spektakuler di tahun baru, sekelompok pemuda itu melintasi tanjakan Tongging.

Rupanya tak hanya medan yang terjal saja yang mengganggu perjalanan dini hari mereka. Namun juga sosok-sosok tak kasat mata yang usil seperti mesin kendaraan yang tiba-tiba mati tanpa sebab padahal kendaraan dalam kondisi baik sampai perasaan berat yang menyiksa padahal kondisi aman saja. Menurutmu itu apa?

3. Wajib Ucapkan Permisi

Sebagai danau vulkanis purbakala, Toba memang sudah melewati banyak sekali masa atau era. Sudah banyak hal yang terjadi di Toba baik buruk ataupun tidak. Untuk menuju Toba memang harus melintasi berbagai tanjakan yang berliku. Konon katanya di antara jalanan berliku dan lembah-lembah yang indah itu ada sebuah gua misterius yang ketika kendaraan melintasi bagian depannya akan tiba-tiba mati mesin tanpa alasan jelas.

Masyarakat percaya jika demikian maka harus mengucapkan kalimat ‘Santabi Oppung’ yang berarti permisi dalam bahasa Medan sambil meletakkan sebatang rokok yang sudah menyala. Dan kemudian mesin kembali menyala, konon cerita ini juga sama dengan yang dipercaya ada di daerah Batu Lubang, Sibolga.

4. Karma Penunggu Danau?

Seperti yang lazim berlaku di mana pun, saat kamu ada di Toba memang harus bersikap dan berbicara sopan di kawasan Toba termasuk dilarang berbuat asusila, menyakiti hewan sampai membuang benda-benda yang dianggap tak sopan. Konon katanya ada seorang wanita yang mencoba melanggar pantangan tersebut dan iseng membuang sampah pribadi ke Toba dan secara misterius pula wanita itu seakan ditarik sosok misterius untuk masuk dan tenggelam ke Toba. Hmm, misteri yang cukup sulit untuk dijelaskan ya?

5. Ikan Mas Raksasa

Cerita turun menurun menyebutkan jika di Toba ada sosok tiga ekor ikan mas yang sangat besar dengan warna khas Batak (Bonang Manalu) yakni merah, hitam dan putih. Menurut masyarakat sekitar mereka kerap kali melihat ketiga ekor ikan berukuran berbeda antara 4-10 meter melintasi danau. Nelayan di perairan Toba selalu gelisah saat rombongan ikan itu lewat karena kerap kali merusak perangkap jala mereka. Konon katanya ketiga ekor ikan itu adalah penunggu Toba selama ratusan tahun lamanya.

6. Tangisan Misterius

Sebagai danau yang indah, Toba memang menawarkan pemandangan super memukau tak hanya siang hari namun juga malam menjelang. Tak heran jika karena itu banyak yang memilih bermalam untuk menikmati sinar rembulan memantul di malam. Namun rupanya ada juga sosok-sosok misterius tak kasat mata yang seakan masih memiliki tanggungan di dunia juga menikmati malamnya Toba.

Ya, ada cerita yang menyebutkan jika di beberapa sudut Toba kerap terdengar suara tangisan kesedihan yang konon merupakan korban orang-orang hilang karena tenggelam di sana. Apakah kamu pernah mengalami kejadian itu?

7. Sosok Begu Ganjang

Begu Ganjang adalah sosok makhluk mistis yang dikenal oleh etnis Batak Toba. Begu Ganjang berarti hantu panjang yang keberadaannya kerap dikaitkan dengan fenomena aneh seperti orang yang tiba-tiba sakit atau meninggal secara mencurigakan. Mereka yang pernah melihat, menjelaskan jika Begu Ganjang adalah makhluk tinggi yang jika dilihat bisa mencekik orang yang melihatnya.

Sosoknya dipercaya berambut panjang dan suka berdiam di pucuk-pucuk pohon yang tinggi. Meski keberadaan makhluk ganjil ini masih menjadi perdebatan namun banyak yang percaya atas kehadirannya.

8. Sosok Muka Rata

Ada sekelompok anak muda yang mengakui mengalami kejadian misterius di penginapan tepian Toba. Saat itu anak-anak muda tersebut memilih untuk bermain di pinggiran peraian Toba tepat tengah malam karena tak bisa tidur. Dari sekelompok pemuda itu ada seseorang yang memilih duduk di tepian danau karena enggan bermain. Lalu saat teman-temannya asyik bermain dia melihat ada sosok wanita misterius yang tiba-tiba muncul di dekat teman-temannya yang bermain air.

Wanita misterius itu berjalan keluar dari danau dan ke arahnya. Betapa kagetnya dia saat sosok wanita itu mendekat yang dilihat alih-alih wajah cantik namun wajah super putih dan rata tanpa ada mata atau mulut atau hidung. Hmm, mungkin memang tak boleh bermain air di malam hari ya?
More aboutMisteri dan Seramnya Danau Toba

Penyebab Banyak Kapal Hilang di Segitiga Bermuda

Misteri hilangnya beberapa kapal laut dan pesawat terbang di wilayah yang disebut "Segitiga Bermuda" kini memunculkan teori baru.

Singkirkan jauh-jauh dugaan kita tentang pesawat luar angkasa alien, anomali waktu, piramida raksasa bangsa Atlantis, atau fenomena meteorologis.

Segitiga Bermuda adalah sebuah fenomena gas akut biasa, demikian tulis Salem-News.com. Gas alam, sama seperti gas yang dihasilkan oleh air mendidih. Terutama gas metana, adalah tersangka utama di balik hilangnya beberapa pesawat terbang dan kapal laut.

Bukti dari penemuan yang membawa sudut pandang baru terhadap misteri yang menghantui dunia selama bertahun-tahun itu tertuang dalam laporan American Journal of Physics.

Professor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani oleh David May di Monash University, Melbourne, Australia.

Dua hipotesis dari penelitian itu adalah balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar lautan yang menyebabkan sebagian besar (tidak mengatakan semua) kecelakaan misterius di lokasi itu.

Ivan T Sanderson sebenarnya telah mengidentifikasi zona-zona misterius selama tahun 1960-an. Sanderson bahkan menggambarkan sebenarnya zona-zona misterius itu lebih berbentuk seperti ketupat ketimbang segitiga.

Sanderson menemukan bahwa bukan saja Segitiga Bermuda tetapi Laut Jepang dan Laut Utara adalah dua area tempat kejadian misterius sering terjadi.

Para Oseanograf yang menjelajah di dasar laut Segitiga Bermuda dan Laut Utara, wilayah di antara Eropa daratan dan Inggris melaporkan menemukan banyak kandungan metana dan situs-situs bekas longsoran.

Berangkat dari keterkaitan itu dan data-data yang tersedia, dua peneliti itu menggambarkan apa yang terjadi jika sebuah balon metana raksasa meledak dari dasar laut.

Metana yang biasanya membeku di bawah lapisan bebatuan bawah tanah, bisa keluar dan berubah menjadi balon gas yang membesar secara geometris ketika ia bergerak ke atas. Ketika mencapai permukaan air, balon berisi gas itu akan terus membesar ke atas dan ke luar.

Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Di daerah segitiga maut Bermuda dan juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana".

Tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba-tiba kalau dasar laut retak.

Lolosnya tidak kepalang tangung. Dengan kekuatan yang luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawa metana hidrat.

Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat seperti "air bercahaya putih". Blow out serupa yang pernah terjadi di laut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban.

Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yang semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi di dasar laut, menimbun mereka semua.

Setiap kapal yang terperangkap di dalam balon gas raksasa itu akan langsung goyah dan tenggelam ke dasar lautan. Jika balon itu cukup besar dan memiliki kepadatan yang cukup, maka pesawat terbang pun bisa dihantam jatuh olehnya.

Pesawat terbang yang terjebak di balon metana raksasa, berkemungkinan mengalami keruskan mesin karena diselimuti oleh metana dan segera kehilangan daya angkatnya.






More aboutPenyebab Banyak Kapal Hilang di Segitiga Bermuda

Misteri Legenda Kyai Jalak dan Sunan Lawu

Surya Kaping 11, Oktober 2011. Pukul 03.00 wib sampailah di Cemoro Sewu (wilayah Magetan, Jatim), merupakan Posko 1 pendakian Gunung Lawu. Pada saat hendak ke Puncak Lawu sesampai di Sanggar Pamelengan Bawarasa lokasi muksa KPH Condronegoro (Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta). Di lokasi itulah terjadi momentum sejarah dan momentum spiritual, saat di mana terjadinya pertemuan pertama kalinya dengan Kyai Jalak.

Kyai Jalak



Kyai Jalak berwujud mirip burung jalak khas Gunung Lawu. Namun warna bulunya agak berbeda, karena jalak Lawu berwarna hitam pekat, sedangkan Kyai Jalak warna bulunya coklat tua gelap, dengan paruh dan kaki berwarna kuning gading. Kyai Jalak tampak menghampiri keberadaan kami, bertengger di dahan yang hanya berjarak sekitar 2 meter dari tempat kami berdiri. Ketika saya ulurkan tangan, mengejutkan sekali ternyata burung Jalak itu hinggap di telapak tangan. Hanya beberapa detik lalu meloncat ke tanah dan berjalan menyusuri tanah. Kami ikuti saja karena burung itu tampak menuntun atau memandu membawa kami untuk memasuki halaman Sanggar Pamelengan Bawarasa. Burung itu menunjukkan sesuatu. Lalu mengitari batu hitam besar, kami ikuti. Setelah itu dia hinggap di dahan, matanya menatap kami sangat tajam. Lalu kami pejamkan mata mencoba berinteraksi secara batin.

Pada saat saya ambil foto dan video setelah saya putar ternyata tidak jadi, tidak keluar gambarnya alias gagal total! Karena saya ingin sekali mengabadikannya, maka sesampai di rumah hanya bisa saya lukis atas apa yang telah terekam di benak memori atas peristiwa itu, dan hasilnya sedemikian rupa seperti dapat para pembaca saksikan sendiri. Sanggar Pamelengan Bawarasa pun yang tampak bukan seperti fisik aslinya. Lukisan itu merupakan visualisasi memori saya yang merekam fenomena atau fakta metafisik.

Kyai Jalak dan Sejarah Muksa Prabu Brawijaya V

Peristiwa itu menjadi pengalaman istimewa sekaligus pembuktian bahwa cerita soal Kyai Jalak dan Sunan Lawu yang diyakini masyarakat sebagai penjaga Gunung Lawu bukanlah sekedar mitologi atau dongeng. Melainkan bisa berwujud nyata (mangejawantah) dan sungguh-sungguh ada dan terjadi. Kyai Jalak merupakan saudara muda (adik) Sunan Lawu. Pada kesempatan itu kami sempat terjadi interaksi dan dialog singkat yang berisi keterangan amat sangat berharga bagi saya pribadi.

Kyai jalak memiliki nama asli Wangsa Menggala, sedangkan Sunan Lawu nama aslinya Dipo Menggolo. Beliau berdua merupakan penguasa/sesepuh wilayah lereng Gunung Lawu pada sekitar 6 abad yang lalu. Pada saat Sang Prabu Brawijaya 5 yang didampingi dua orang pamomongnya yakni Ki Sabdo Palon dan Ki Noyo Genggong hendak mencari tempat pamuksan, beliau berdua lah yang telah mengantar dan menunjukkan jalan kepada Prabu Brawijaya V untuk menemukan tempat yang tepat untuk muksa.

Beranjak dari Cemoro Sewu, naik ke arah puncak Lawu melalui parit dan tanjakan curam, membabat gerumbul hutan, hingga sampailah pada salah satu puncaknya, yang disebut sebagai Hargo Dalem (berada pada ketinggian -+ 3000 mdpl). Di sanalah Sang Prabu melakukan muksa, melebur raga dengan sukma, menyatukannya dengan ngelmu panunggalan, pangracut, warangka manjing curiga untuk menggapai kasampurnan jati.

Sementara itu setelah Sang Prabu Brawijaya 5 muksa, kedua orang spiritualis (pamomong raja-raja besar Nusantara) itu melanjutkan pendakian hingga sampai pada Puncak Hargo Dumiling sekitar 3200mdpl. Di situlah beliau berdua melakukan muksa. Puncak Hargo Dumiling tepat di bawah puncak Lawu Hargo Dumilah yang berada pada ketinggian 3265 mdpl dan menyusul Sang Prabu ke “tempat samar” mangeja-alus ing papan samar menjadi Ki Lurah Semar Badranaya sambil berjanji kelak setelah 500 tahun lebih sedikit akan kembali mangejawantah, untuk mendampingi momongannya yang bertugas njejegake soko guru bangsa.

Sebagaimana pralampita yang termaktub dalam serat Jongko Joyoboyo “petikan serat tangan”, bahwa kembalinya Ki Sabdapalon dan Nayagenggong akan ditandai dengan meletusnya Gunung Merapi hingga terbelah menjadi dua (sigar) di tengah kawahnya (letusan tahun 2010), dan Surabaya tersambung dengan Madura (jembatan Suramadu).

Puncak Hargo Dumilah (3265 mdpl) merupakan puncak tertinggi Gunung Lawu, di mana pada saat musim kemarau suhu di malam hari bisa mencapai minus 5 derajat celsius. Posisinya hanya bersebelahan dengan Pasar diyeng yang disebut juga dengan “pasar setan” karena saking banyaknya penghuni titah alus di sana. Di bawah pasar diyeng dan puncak Hargo Dumilah terdapat sendang drajat. Di Sendang Drajat itulah (selain Puralaya Agung Kotagede dan Imogiri), menjadi salah satu tempat panggemblengan bagi calon presiden RI, agar menjadi presiden yang bersifat ayom, ayem, tentrem, mampu memberikan berkah agung untuk bangsa dan negaranya.

Dewi Untari dan Kupu-Kupu Misterius

Kembali lagi soal Kyai Jalak (mbah Jalak) dan Sunan Lawu (mbah Lawu). Setelah beliau menunjukkan jalan kepada Prabu Brawijaya 5, singkat cerita, beliau diperintahkan oleh Sang Prabu bila kelak mereka berdua raganya mati, akan ditugaskan untuk menjadi penjaga Lawu sebagai “pelaksana harian” di bawah naungan Sang Penjaga utama yakni Dewi Untari keturunan dari Dewi Nawangsih. Dewi Nawang Sih adalah putri tunggal Ki Ageng Tarub dengan Dewi Nawang Wulan yang diperistri oleh Raden Bondan Kejawan (Putra Prabu Brawijaya).

Dengan kata lain, Dewi Untari mulai menjadi penjaga Gunung Lawu pada sekitar abad 15 atau silsilahnya kira-kira dua generasi (cucu) setelah Prabu Brawijaya 5. 

Pada saat mendaki ke Gunung Lawu, seringkali dilihat kupu-kupu berwana dominan hitam, namun di tengah kedua sayapnya terdapat bulatan besar berwarna biru mengkilap. Kupu-kupu itu menjadi pertanda kehadiran Anda disambut (diijinkan) oleh Penjaga Utama Gunung Lawu. Biarkan kupu-kupu itu hinggap di kepala atau pundak Anda, dan mengikuti perjalanan Anda untuk beberapa saat lamanya. Jangan menganggu, mengusir dan membunuhnya. Tidak ada larangan dan pantangan bila ingin memotret, asalkan Anda bisa memotretnya. Pada kenyataannya seperti diakui oleh banyak pendaki, memang sekali memotret kupu-kupu itu walau kadang tampak sangat jinak dan tidak takut oleh keberadaan manusia.


Soleh Lawu

Nah, bagi para pendaki, biasanya sudah memahami etika saat bertemu Kyai Jalak, yakni tidak boleh mengganggunya. Apalagi mencelakai dan mengusirnya.

Munculnya Kyai Jalak di hadapan para pendaki, bukan bermaksud mau mencelakai, justru sebaliknya akan menjaga dan menjadi penunjuk jalan bagi para pendaki. Sebaliknya jika diganggu atau dicelakai biasanya si pendaki akan tersesat bahkan terperosok jurang atau hilang masuk ke dimensi metafisik. Karenanya wajarlah Gunung Lawu menyimpan segudang misteri.

Sering pula terjadi kasus hilangnya para pendaki, tanpa meninggalkan jejak dan tidak ditemukan jasad korbannya. Menurut sedulur penjaga posko 1 Cemoro Sewu, Mas Soleh Lawu, hilangnya para pendaki karena masuk ke dimensi metafisik.

Saya akhirnya membuktikan sendiri ternyata benar apa yang dikatakan oleh Mas Soleh (yang asli Cirebon itu). Mas Soleh “terdampar” sampai di Gunung Lawu karena mengikuti petunjuk gaib dari Cirebon, untuk pergi ke arah timur, kemudian sampailah di Pasarean Ki Ageng Giring di daerah Sodo, Kec. Giring, Kab Gunung Kidul Yogyakarta untuk beberapa tahun lamanya singgah di sana. Hingga pada suatu ketika mendapat perintah Ki Ageng Giring untuk pergi lagi ke arah timur, hingga kini Mas Soleh menjadi “sing mbahureksa” posko 1 Cemoro Sewu.

Hidupnya untuk manembah kepada Gusti, dengan cara menyatu dan berselaras dengan alam. Mas Soleh membaktikan hidupnya untuk melindungi hutan dari kebakaran, menjaga hutan agar tetap bersih bahkan seringkali menolong para pendaki yang tersesat, sakit atau ikut mengevakuasi jika ada korban jiwa.

Perjalanan ke timur Mas Soleh telah menemukan apa sejatinya hidup. Begitulah cara Mas Soleh menggapai hidup yang sejati, hidupnya telah berguna memberikan penghidupan dan kehidupan bagi seluruh makhluk tanpa pilih-kasih, baik dari kalangan bangsa manusia, hewan, tumbuhan, dan mahluk halus penghuni sekitar Gunung Lawu. Sekalipun jauh dari simbol-simbol kesalehan agama semitis abrahamik, namun menurut saya pribadi, karena mampu berharmoni dengan alam, dan menjadikan tumbuhan, binatang, gunung sebagai gurunya, maka layaklah mas Soleh menjadi mursyid sejati bagi siapapun yang tidak suka menghina dan memandang sebelah mata kepada sesama titah urip. Serta bagi siapapun yang terbuka pola pikir dan mata hatinya. Apalagi gurunya mas Soleh adalah guru paling jujur. Alam semesta, binatang, dan tumbuhan telah mengajarkan kepada kita semua sebuah kejujuran yang paling mulia.

Semoga Bermanfaat
Salam Karaharjan
More aboutMisteri Legenda Kyai Jalak dan Sunan Lawu

Isyarat Apa Merapi Batuk Jelang Pemilu?

Kemarin Gunung Merapi di Yogyakarta kembali "batuk". Gunung berapi teraktif di Pulau Jawa itu menyemburkan material pasir dan kerikil. Beberapa permukiman penduduk di sekitarnya pun tak luput dari guyuran hujan abu, misalnya beberapa desa di Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.



Akibat aktivitas merapi, penduduk di sekitarnya panik mencari tempat aman untuk berlindung. Letupan merapi kali ini cukup unik karena terjadi menjelang pemilu, tepatnya di saat masa kampanye partai politik.

Ada sebuah kajian tentang kidung kuno leluhur orang Jawa yang mengaitkan letusan Merapi ini dengan kisah Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Keduanya merupakan abdi dalem dan pendamping Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit sekitar abad 15.

Sabdo Palon dan Noyo Genggong bertugas mendampingi dan memberi masukan kepada Prabu Brawijaya V tentang banyak hal. Termasuk ketika Brawijaya bertemu dengan Sunan Kalijaga pada 1478. Kidung ini diabadikan dalam beberapa buku klasik, misalnya Buku: Sabdo Palon dan Naya Genggong Nagih Janji serta Buku: Jangka Sabdo Palon dan Naya Genggong.

Kisah keduanya juga sering dipentaskan dalam pewayangan, ludruk dan ketoprak di beberapa daerah di Jawa. Banyak versi buku menulis tentang cerita dua orang puno kawan ini. Bahkan beberapa penulis mengabadikannya dalam novel sejarah, misalnya karya Damar Shashanka berjudul: Sabda Palon; Ketika Majapahit Sirna dan Islam Menaklukkan Jawa.

Namun inti dari berbagai versi kisah Sabdo Palon dan Noyo Genggong itu sama, bahwa kelak keduanya bakal kembali muncul di Tanah Jawa, menyebarkan agama budi. Kidung itu sesuai dengan ramalah Sri Aji Joyoboyo ke delapan, bahwa kelak Sabdo Palon akan kembali ke Nusantara mendampingi dan berkiprah mendampingi penguasa suatu kerajaan.

Hal itu sesuai dengan janji Sabdo Palon sendiri pada saat melihat Prabu Brawijaya V masuk Islam. Kisah ini terjadi ketika masa islamisasi terjadi di Jawa, ketika Majapahit ditaklukkan oleh kerajaan Islam Demak, Jawa Tengah. Ketika itu Brawijaya V ditaklukkan oleh anaknya sendiri, Raden Patah yang kelak keturunanya menguasai dinasti Mataraman Islam.

Konon, saat Majapahit menyerah kepada Demak, Prabu Brawijaya V pun menjadi muallaf. Brawijaya bersabda dengan lemah lembut, mengharapkan kedua punakawannya itu agar masuk Islam. Tapi Sabda Palon tetap menolak. "Diriku ini sekarang sudah memeluk Agama Rasul (Islam). Wahai kalian kakang berdua (Sabdo Palon dan Naya Genggong), ikutlah memeluk agama suci ini lebih baik karena ini agama mulia."

Ternyata Sabdo Palon dan Naya Genggong menolak dengan kata-kata kasar. "Hamba tidak mau memeluk agama Islam. Sebab hamba ini sesungguhnya Raja Dang Hyang (Penguasa Gaib) tanah Jawa. Memelihara kelestarian anak cucu (penghuni tanah Jawa) serta semua para raja yang memerintah di tanah Jawa. Sudah menjadi suratan karma kita harus berpisah sang prabu."

"Hanya saja saya menghaturkan sebuah pesan agar paduka menghitung. Kelak sepeninggal hamba, apabila sudah datang waktunya, genap lima ratus tahun, mulai hari ini, akan saya ganti agama (di Jawa), agama Budi akan saya sebarkan di tanah Jawa."

"Siapa saja yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Akan saya berikan kepada cucu saya sebagai tumbal, makhluk halus berwarna-warni (kekuatan negatif alam). Belum puas hati hamba, apabila belum hancur lebur. Saya akan membuat pertanda. Pertanda sebagai janji serius saya, ketika Gunung Merapi sudah meletus mengeluarkan lahar ke arah selatan barat mengalirnya, berbau busuk air laharnya. Itulah waktu saya sudah mulai menyebarkan agama Budi. Merapi janji saya, menggelegar seluruh jagad. Kehendak Tuhan, segalanya pasti akan berganti, tak mungkin untuk diubah lagi."

Lalu isyarat merapi batuk kemarin tepat saat masa kampanye pemilu 2014 apakah ada kaitannya dengan janji Sabdo Palon dan Naya Genggong? Anda boleh tidak percaya, toh itu hanya sekadar dongeng. Namun tidak bisa ditampik bahwa di negeri ini masih ada beberapa orang yang mempercayainya.

Yang percaya dengan dongeng Sabdo Palon dan Naya Genggong tentu mengait-ngaitkan letusan Merapi ini dengan hadirnya tokoh penting di negeri ini.
More aboutIsyarat Apa Merapi Batuk Jelang Pemilu?

Pesugihan Kethek di Ngujang Jelmaan 2 Santri yang Dikutuk

Banyak cara meraih kekayaan dengan kerja keras dan halal, tapi tak sedikit pula orang yang ingin kaya secara instan. Bahkan rela bersekutu dengan setan, yaitu dengan cara ritual pesugihan.

Di Jawa Timur, ada banyak tempat untuk ritual ngipri atau pesugihan. Salah satunya di daerah Ngujang, Tulungagung. Di tempat ini terkenal dengan pesugihan monyet atau kera, atau dalam Bahasa Jawa biasa disebut kethek.

Tidaklah sulit menemukan tempat ritual pesugihan ini. Jika hendak menuju Kota Tulungagung, para wisatawan yang datang dari arah utara, pasti melewati Desa Ngujang. Dan jika para wisatawan (biasanya mereka berwisata di daerah Popoh, yang menjadi salah satu obyek wisata Pantai Selatan di Jawa Timur) yang melewati Desa Ngujang, mereka akan mengira tempat ini adalah area komplek lokalisasi. Sebab, selain terkenal sebagai tempat pesugihan, Desa Ngujang juga dikenal sebagai lokalisasi atau komplek tempat para pekerja seks komersial (PSK) mengais rezeki.


Pesugihan Kethek di Ngujang Jelmaan 2 Santri yang Dikutuk

Sementara area pesugihan 'kethek' berada di kompleks pemakaman umum, di sebelah selatan Sungai Brantas, tepatnya di sisi utara Desa Ngujang. Di tempat tersebut, terdapat dua makam umum di sisi kiri dan kanan. Kedua makam itu saling berhadap-hadapan dan hanya dipisah jalan raya.

Satu komplek pemakaman Pecinan atau China, satunya lagi makam Jawa. Dan di tempat inilah, tempat hidup dan berkumpulnya ratusan, bahkan ribuan monyet, atau warga sekitar biasa menyebutnya lokasi Kethekan.

"Di situ, orang-orang yang datang, biasanya meminta pesugihan," terang Wignyo, warga Desa Campur Darat, Tulungagung.

Lelaki paruh baya, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh spiritual di Tulungagung itu juga menceritakan, ada tata cara khusus untuk menjalani ritual pesugihan di Ngujang. Ada perjanjian-perjanjian khusus yang harus dipenuhi sang pemuja sebagai mahar (mas kawin).

"Termasuk dia (pemuja pesugihan) harus bersedia menjadi penghuni makam Ngujang dan berkumpul bersama kethek-kethek di sana ketika ajal menjemput. Saat masih hidup-pun, si pemuja juga wajib memberi tumbal kepada mahkluk ghaib yang menguasai makam Ngujang."

Sementara warga sekitar, meyakini kalau kethek-kethek yang menghuni makam Ngujang, adalah perwujudan si pemuja pesugihan yang sudah meninggal, termasuk wujud tumbal yang pernah dijadikan persembahan si pemuja semasa hidupnya. Singkat kata, monyet-monyet itu adalah mahkluk jadi-jadian alias jelmaan siluman.

Namun populasi monyet-monyet itu tidak bertambah maupun berkurang dari dulu. Dalam bahasa ilmiah, angka kelahiran monyet itu sama dengan angka kematiannya.

Sedangkan menurut Mohammad Toif, warga Sepanjang, Sidoarjo yang mengaku sempat singgah dan bercakap-cakap dengan juru kunci makam Ngujang menceritakan, sejarah Kethekan.

Sejarahe Kethekan, cerita Toif yang didapat dari juru kunci makam Desa Ngujang. Dahulu kala, ada sebuah Pondok Pesantren di Desa Ngantru yang berada tidak jauh dari Desa Ngujang. "Sampai sekarang pesantren itu masih ada," katanya.

Suatu hari, lanjut Toif, dua orang santri Ponpes tersebut, laki-laki dan perempuan, tengah bermain-main di sekitar dua komplek makam. "Dahulu tempat tersebut bukanlah makam, hanya tempat biasa yang rindang karena banyak pohon-pohon besar yang tumbuh," terang Toif menceritakan cerita sang juru kunci.

Sekarang pun pohon-pohon besar masih bisa dijumpai di areal pemakaman. "Dua santri itu sengaja membolos dari pengajian untuk bermain-main di tempat yang kini dijadikan tempat muja. Mereka bermain sambil memanjat pohon di tempat tersebut. Karena asyik bermain, kedua santri tersebut, lupa kalau ada pengajian rutin di pesantren tempat mereka belajar. Namun, tiba-tiba salah satu kiai mereka datang dan bertemu dengan dua santrinya yang asyik bermain tersebut," kata Toif melanjutkan ceritanya.

Kedua santri itu masih asyik memanjat pohon ketika kiai mereka datang. Sedangkan sang kiai yang melihat kedua santrinya tidak mengikuti pengajian, menegur dua bocah tersebut. Kata sang kiai: "Nduk, le, kalian kok tidak ikut ngaji? Lihat teman-teman kalian sedang mengaji di pondok. Kalian kok malah memanjat pohon di sini, seperti kethek saja."

Menurut orang-orang kuno, kata Toif menegaskan, khususnya orang-orang linuweh (sakti) seperti para kiai, kata-katanya ibarat kutukan. "Kedua santri itu, konon menjadi monyet yang hidup di sekitar makam Desa Ngujang. Monyet yang sering terlihat di sekitar makam Ngujang itu, adalah keturunan dari dua santri yang dikutuk menjadi monyet oleh kiai pondok tersebut. Sejak saat itu, desa itu disebut sebagai desa Ngujang yang berasal dari kata pawejangan, yang artinya tempat menuntut ilmu (pondok pesantren)."

Selanjutnya, dari zaman ke zaman, makam Ngujang atau Kethekan, dijadikan tempat mencari pesugihan. Barang siapa yang meminta juru kunci untuk membantu mencari pesugihan, dia (si pemuja) diberi seekor monyet yang dijadikan peliharaan untuk dapat mendatangkan rezeki.

"Sebelum dihadiahi seekor monyet, si pemuja diminta melakukan ritual terlebih dahulu. Dan setiap tahun pada tanggal 1 Suro, semua orang yang pernah mencari pesugihan di sana, dimintai sumbangan tertentu untuk mengadakan ritual semacam selamatan. Semua orang yang pernah mencari pesugihan di sana akan diundang dalam acara selamatan tersebut," pungkas Toif mengakhiri cerita yang pernah dia dapat secara kebetulan di Desa Ngujang.
More aboutPesugihan Kethek di Ngujang Jelmaan 2 Santri yang Dikutuk

Gunung Salak dan Selimut Hujan Kota Bogor

Kota hujan. Itulah salah satu julukan bagi Kota Bogor. Kota yang kesohor karena talas-nya tersebut kini kembali menjadi perbincangan karena jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet di Gunung Salak.


Namun di balik semua misteri dan tanda tanya yang menyelimuti, Gunung Salak ternyata menjadi salah satu selimut hujan bagi Kota Bogor.

Bogor dikenal memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Hal ini karena Bogor dikelilingi gunung. Bogor terletak di kaki Gunung Salak, Gunung Gede dan Pangrango sehingga sangat kaya akan hujan orografi.

Angin laut dari laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor. Uap air kemudian terkondensasi dan menjadi hujan yang jatuh di kota Bogor.

Karena dikelilingi gunung, ke mana pun arah angin, dipastikan akan terjadi hujan. Hampir setiap hari turun hujan di kota ini, sehingga dijuluki 'Kota Hujan'.

Dengan ketinggian 190 sampai 330 meter dari permukaan laut dan suhu udara rata-rata setiap bulannya adalah 26 C serta kelembaban udaranya kurang lebih 70 persen membuat udara kota yang punya moto Beriman tersebut relatif sejuk. Suhu rata-rata terendah di Bogor adalah 21,8 C, paling sering terjadi pada bulan Desember dan Januari.
More aboutGunung Salak dan Selimut Hujan Kota Bogor

Inilah 7 Mata Air Ajaib Dikaki Gunung Lawu

Sapta Tirta Pablengan

Wilayah dibawah kaki Gunung Lawu selain memiliki wisata alam luar biasa keindahannya, ternyata juga memilki keajaiban alam, serta keunikan tersendiri.

Salah satunya tujuh mata air yang saling berdekatan namun memiliki jenis rasa air yang berbeda. Uniknya lagi tujuh mata air tersebut berada di satu lokasi yang sama dan masing -masing sumber air memiliki kandungan mineral yang berbeda.

Sapta Tirta Pablengan yang berarti tujuh mata air dari Pablengan, terletak di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar ini memiliki tujuh sumber mata air yang berbeda rasa .

Di lokasi tersebut juga ada peninggalan sejarah jaman kerajaan Mangkunegaran yang memiliki enam tempat yang digunakan untuk tempat pemandian dan orang mengenalnya sebagai pemandian Keputren.

Sampai saat ini lokasi ini masih tetap ramai dikunjungi para peziarah terutama mereka yang akan melakukan tradisi nyekar ke makam raja-raja maupun ke petilasan leluhur yang berada di daerah Mangadeg.

Menurut Torik, salah satu warga Peblengan, tempat pemandian ini dulunya digunakan untuk pemandian kerabat Mangkunegara sebelum berziarah ke makam raja di Mangadeg.

"Dulu pemandian ini digunakan Pura Mangkunegaran untuk membersihkan diri sebelu ziarah ke makam leluhurnya di Magadeg," jelasnya kepada Okezone di Karanganyar Jawa Tengah, Sabtu (21/2/2014).

Selain pemandian keputren, terdapat pula tujuh sumber air alam yang mengeluarkan air yang memiliki kandungan mineral dan fungsi yang berbeda-beda, dan merupakan sebuah keajaiban alam yang tidak terdapat di wilayah lain.

Ketujuh sumber mata air alam ini adalah sumber air bleng yang digunakan sebagai bahan pembuatan karak atau kerupuk. Sumber Air Hangat, airnya hangat seperti air belerang, sehingga dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit, gatal,-gatal, atau reumatik.

Sumber Air Kasekten yang menurut cerita airnya dipercaya untuk menambah kekuatan dan mensucikan badan. Sumber Air Hidup, airnya digunakan untuk membasuh muka agar awet muda, tampak cantik penampilannya.

Sumber Air Mati yang airnya selalu tetap tidak bertambah dan berkurang. Sumber Air Mati tidak boleh digunakan dalam segala aktivitas baik mandi cuci muka maupun minum. Karena mengandung gas beracun. Air ini selalu tenang, rasanya tawar namun tidak boleh diminum atau untuk mandi, sebab air ini terkadang mengeluarkan gas CO2 disertai asap tipis mengepul dari dalam air seperti asap rokok. Sering terjadi pada malam hari terutama pada musim kemarau. Sumber air urus-urus yang berkhasiat untuk obat cuci perut.

Yang terakhir sumber air Soda mengandung rasa soda alami seperti rasa air kelapa muda. Diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit dalam seperti TBC, ginjal, liver, gula dan cita rasa soda alami seperti air kelapa muda.

"Namun yang paling banyak di ambil airnya adalah sumber mata air hangat yang di yakini oleh masyarakat mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit," jelas Torik lebih lanjut.

Biasanya pengunjung ramai di hari libur, dan malam hari di waktu malam Jumat, banyak juga yang melakukan tirakat di tempat ini.

Untuk masuk obyek wisata ini hanya di kenakan tarif Rp. 3000 rupiah dan pengunjung bisa mandi dan dan mengambil air untuk di bawa pulang secara gratis.
More aboutInilah 7 Mata Air Ajaib Dikaki Gunung Lawu

Tempat-Tempat Yang Sama Angkernya Dengan Segitiga Bermuda

Tak ada yang mengelak bahwa Segitiga Bermuda yang merupakan perairan di Samudera Atlantik itu adalah lokasi paling misterius di dunia. Dengan banyaknya teori yang menguatkan kemisteriusan mengenai Segitiga Bermuda, mulai dari penjelajahan waktu, penculikan alien, atau aktivitas ashtral, sampai saat ini tak ada yang bisa menjelaskan dengan pasti mengenai Segitiga Bermuda. Namun nyatanya tidak hanya Segitiga Bermuda yang menjadi lokasi dengan hal-hal misterius. Berikut ada 5 tempat yang sama misteriusnya dengan Segitiga Bermuda.

1. Pegunungan Superstition



Pegunungan Superstition adalah kawasan pegunungan di timur Phoenix, Arizona. Menurut legenda, pada tahun 1800-an ada seorang pria bernama Jacob Waltz yang menemukan tambang emas raksasa di gunung namun rahasia lokasi itu disimpan Waltz sampai kematiannya. Banyak orang yang kehilangan nyawa dan menjadi arwah penasaran di gunung itu hanya demi menemukan tambang emas. Ada mitos yang menyebutkan jika manusia kerdil menjadi penjaga tambang emas itu di antara gua-gua dan terowongan. Bahkan suku Apache percaya ada pintu masuk neraka di dekat pegunungan itu.

2. Keanehan Atlantik Selatan



Ada sebuah daerah terpusat yang disebut Keanehan Atlantik Selatan dan itu terletak di lepas pantai Brazil. Di sebut aneh karena lokasi itu bertanggung jawab atas banyaknya masalah satelit bumi dan pesawat ruang angkasa. Karena apapun yang terbang di langit di kawasan itu akan langsung kehilangan fungsi mereka. Banyak yang menduga itu karena radiasi tingkat tinggi namun juga ada yang menduga itu perbuatan alien.

3. Lautan Iblis



Laut Iblis (atau Segitiga Naga) adalah area di samudera Pasifik yang begitu mirip dengan Segitiga Bermuda. Berlokasi di lepas pantai Jepang, banyak keanehan magnetik yang terjadi dan kehilangan misterius. Pemerintah Jepang pernah mengirim kapal Kaio Maru pada tahun 1952 untuk memeriksa namun tentu saja kapal dengan 31 awak kapal itu tak pernah kembali lagi. Sejauh ini sudah ada 40 ribu orang menghilang tiba-tiba di Segitiga Naga.

4. Segitiga Michigan



Segitiga Michigan adalah lokasi yang terletak di tengah danau Michigan dan seringkali terjadi kehilangan misterius. Seperti pada April 1937, Kapten George R. Donner melewati kawasan itu dan kemudian dia menghilang begitu saja di kabin kamar kapalnya. Yang cukup terkenal adalah hilangnya pesawat Penerbangan 2501 yang menghilang misterius pada Juni 1950 di atas langit Segitiga Michigan, padahal pesawat itu dalam kondisi sangat baik.

5. Segitiga Bridgewater



Percayalah untuk menjauh dari tempat ini. Segitiga Bridgewater memiliki luar 200 mil persegi dan terletak di tenggara Massachusetts serta selatan Boston. Banyak sekali penampakan cryptozoological terlihat di sini. Seperti penampakan makhluk tinggi, berbulu mirip kera yang berkeliaran di rawa-rawa. Lalu juga ada penampakan hewan-hewan purba. Seolah kurang, ada yang mengklaim pernah melihat penampakan UFO di sini yang tampak seperti lentera raksasa dan dilihat oleh dua petugas selama 40 menit di langit.
More aboutTempat-Tempat Yang Sama Angkernya Dengan Segitiga Bermuda

Batu Aneh dan Unik yang dapat Tumbuh ini bernama Trovant

Sulit untuk membayangkan batu dapat benar-benar dapat tumbuh, tapi batu-batu ini tampak hidup!

Museum Cagar Alam Trovants Rumania, terletak di Valcea County, dekat dengan jalan yang menghubungkan Ramnicu Valcea dan Targu Jiu, 8 km jauhnya dari Horezu.

Di sini, di sebuah desa kecil bernama Costesti, ada beberapa batu yang menarik dan misterius, yang disebut trovants, yang diyakini memiliki kehidupan di dalamnya. Trovant adalah istilah geologi yang sering digunakan di Rumania. Ini berarti pasir semen.



Trovants adalah fenomena geologi yang terdiri dalam berbagai bentuk bola pasir semen, muncul karena beberapa aktivitas seismik kuat. Gempa bumi yang menyebabkan penciptaan trovants pertama telah terjadi sekitar 6 juta tahun yang lalu.

Apa yang membuat trovant-trovant ini unik dan misterius adalah mereka dapat bereproduksi setelah kontak dengan air. Setelah hujan deras, batu-batu ini tumbuh mulai dari 6-8 milimeter dan berakhir dengan 6-10 meter.



Ini benar-benar luar biasa!

Salah satu aspek yang paling aneh tentang batu-batu ini adalah bahwa meskipun mereka berbeda beda dalam ukuran, dari beberapa milimeter hingga 10 m, mereka sangat mirip, sedangkan kalau kita memperhatikan hukum alam, biasanya tidak ada ada hal-hal seperti batu yang identik.



Selain itu, seperti batuan yang terkenal di Death Valley, California, trovant-trovant ini juga sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Para ilmuwan percaya bahwa batu bertambah besar karena tingginya kandungan berbagai mineral garam yang berada di bawah cangkang mereka. Ketika permukaan batu menjadi basah, bahan kimia ini mulai menyebar dan menekan pasir, membuat batu itu "tumbuh".



Namun, meskipun telah melakukan upaya terbaik mereka, para ilmuwan telah gagal untuk memberi penjelasan yang benar-benar logis, mengapa batu memiliki ekstensi yang mengingatkan kita dengan akar tumbuhan. Jika mereka dipotong, bagian dalam mereka memiliki cincin berwarna, seperti pohon.



Batu-batu ini berperilaku hampir seperti beberapa jenis bentuk kehidupan anorganik yang tidak diketahui! Kita tidak bisa menyangkal bahwa planet kita benar-benar menakjubkan!



Penduduk setempat telah menyadari sifat batu yang tidak biasa ini selama lebih dari 100 tahun, tetapi mereka tidak pernah memperlakukan trovants secara khusus. Batu-batu ini sering digunakan sebagai bahan bangunan dan batu nisan.



Sekarang, Museum Trovants di Rumania dilindungi oleh UNESCO.
More aboutBatu Aneh dan Unik yang dapat Tumbuh ini bernama Trovant

Peneliti Pecahkan Misteri Tanduk "Unicorn Laut"

Dijuluki "Unicorn Laut", paus ini telah menjadi misteri bagi peneliti. Pasalnya, di kepalanya terdapat semacam tanduk spiral. Paus yang diberi nama Narwhal ini, merupakan paus yang hanya tinggal di Arktik.

Namun, seiring berjalannya waktu, misteri tersebut terpecahkan. Peneliti mengatakan, tanduk tersebut adalah sensor raksasa. Kegunaannya pun beragam, mulai dari mengetahui kadar garam, navigasi, hingga menemukan pasangan.


Paus Narwhal

Panjang dari tanduk tersebut bisa mencapai 2,6 meter, di mana di dalamnya terdapat saluran yang menyebar yang memungkinkan air laut masuk ke dalamnya. Di dalam tanduk itu juga terdapat pembuluh darah dan saraf.

Saraf tersebut langsung terhubung ke otak, sehingga paus tersebut merasakan apa yang dirasakan di sekitarnya.

Para ilmuwan percaya, tanduk tersebut membantu paus merasakan perubahan dalam lingkungannya, dan untuk jantan, mempunyai keuntungan lain, yaitu mencari pasangannya, dan mengetahui kapan sang betina siap untuk kawin.

More aboutPeneliti Pecahkan Misteri Tanduk "Unicorn Laut"

"Mistis" Danau Tolire Volume Air Besar Tak Pernah Berubah

Danau Tolire

Tolire adalah danau yang berlokasi di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara, lokasinya persis berada di selatan Gunung Gamalama. Ada dua danau di sini; yang besar bernama Tolire Besar (lamo) dan yang kecil bernama Tolire kecil (ici). Keduanya hanya berjarak sekira 200 meter.

Uniknya, dari masa ke masa, volume air danau ini tidak tampak berkurang atau bertambah. Air Danau Tolire dikatakan nyaris tak beriak dan saat musim panas akan berubah warnanya menjadi hijau pekat serta menjadi coklat saat musim penghujan, seperti dilansir dari laman IndonesiaTravel.

Bentuk Danau Tolire Besar menyerupai loyang raksasa dengan kedalaman dari puncak bukit ke pemukaan airnya mencapai 50 meter dengan luas 5 hektare. Sementara itu, kedalaman danau ini belum diketahui namun masyarakat sekitar percaya dasarnya yang amat dalam itu berhubungan langsung dengan Laut Ternate. Danau Tolire biasa disebut juga Tolire Gam Jaha, artinya “lubang kampung tenggelam”. Nama tersebut diarahkan pada pembentukannya dahulu kala.

Menurut cerita masyarakat, Danau Tolire terbentuk saat gempa melanda akibat erupsi Gunung Gamalama pada 1775. Saat itu, guncangan bumi yang kuat terjadi tepat di sebuah desa bernama Desa Soela Takomi dan menimbulkan letusan uap panas menyertai erupsi sehingga desa tersebut terbenam ke bawah bumi seiring terbentuknya dua danau tersebut.

Meski danau ini menjadi habitat banyak ikan dan burung namun warga sekitar tidak berani mengambil atau berburu di sekitarnya karena di danau tersebut diyakini dihuni dan dijaga buaya gaib yang berukuran belasan meter. Buaya putih tersebut hanya sesekali menampakkan diri di permukaan tengah danau dan tidak semua orang bisa melihat kehadirannya.

Selain cerita mistis, Danau Tolire bagi masyarakat Ternate dipercaya sebagai tempat membuang harta berharga penduduk Ternate yang dahulu coba dirampas tentara Portugis. Konon, ada pula cerita berkembang bahwa harta tersebut memang diatur pihak Kesultanan Ternate untuk disimpan di dasar danau agar tidak bisa ditemukan tentara Portugis.
More about"Mistis" Danau Tolire Volume Air Besar Tak Pernah Berubah

Foto Pendaki Berhamburan di Puncak saat Gunung Slamet Kepulkan Asap Tebal

Ada sejumlah pendaki di dekat puncak saat Gunung Slamet menggeliat. Mereka tidak menyangka gunung tertinggi di Jawa Tengah itu mengeluarkan asap tebal. Kepanikan melanda saat gemuruh dan getaran berujung pada mengepulnya asap pekat.

Foto ini diambil salah seorang pendaki. Awalnya, pose orang-orang di dalam foto terlihat santai. Mereka bermaksud mengabadikan diri dengan background puncak gunung. Dalam hitungan detik sebelum tuts kamera dipencet, ada gemuruh dan asap tebal keluar.


Karena kaget, para pendaki langsung berhamburan. Mereka berlarian menjauh dari puncak gunung yang berada di ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut itu.

Letusan pertama terjadi sekitar pukul 10.00, Senin (10/3) kemarin. Letusan kedua disertai dentuman. "Kita langsung lari karena panik," kata Himawan L Nugraha (22) pendaki asal Purwokerto, Selasa (11/3/2014).

"Asap mengarah ke selatan (Baturaden Banyumas)," ungkapnya.

Himawan mendaki bersama 8 temannya dan berangkat dari pos pendakian Bambangan Purbalingga, Minggu (9/3) malam. Keesokan paginya mereka sampai puncak. Meski baru menikmati puncak, mereka memilih turun karena mendengar gemuruh terus-terusan.

"Pas letusan ketiga suaranya lebih besar. Bahkan asap itu sudah ada di atas kepala. Untung ada angin sehingga asap itu pecah," ujar Himawan yang tiba di pos Bambangan sekitar pukul 16.30 WIB.

Himawan mengaku beruntung bisa turun dengan selamat. Pada malam harinya, status gunung dinaikkan dari Normal (level 1) ke Waspada (level 2). "Saya sempat terluka karena tersandung batu akibat panik," tutup mahasiswa ini.
More aboutFoto Pendaki Berhamburan di Puncak saat Gunung Slamet Kepulkan Asap Tebal

Batuknya Merapi Karena Makhluk Halus Sedang Latihan Perang

Batuknya Merapi Karena Makhluk Halus Sedang Latihan Perang

Semburan asap yang terjadi di Gunung Merapi hari ini dinilai memiliki makna yang besar. Dari sisi mistis, dikatakan jika semburan ini merupakan adanya peran dalam dimensi kehidupan lain.

Camat Kemalang yang juga sebagai Pengamat Spiritual, Bambang Haryoko, mengatakan, semburan asap ini terjadi karena adanya latihan perang penunggu Gunung Merapi. Latihan sendiri dilakukan sebelum perang besar yang sebenar-benarnya terjadi.

"Dari pandangan mistis saya, kejadian ini akan terjadi secara terus menerus. Namun ini bukan hal yang besar, karena ada mahluk lain yang sedang berlatih perang," tutur pria yang kerap bersemedi di lereng Merapi ini, Senin (10/3/2014).

Menurutnya, perang besar yang dimaksud adalah erupsi pada Tahun 2010 lalu. Saat itu, semburan lava Merapi merupakan buah tangan para mahluk dari kehidupan lain yang sedang berperang.

Namun, dia tidak bersedia menjelaskan mahluk yang terlibat pertikaian bila Gunung Merapi meletus. "Kalau sekarang, ini hanya merupakan bagian latihan perang," tutupnya.

Diketahui, Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah kembali menakutkan warga. Pagi tadi, tercatat gunung teraktif di Indonesia itu mengeluarkan asap sulfatara dua kali. Pertama setinggi kurang lebih 1,5 kilo dari puncaknya. Sementara yang kedua sejauh 400 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi DIY, Subandrio menyatakan, kemunculan asap itu muncul karena terpengaruh adanya gempa tektonik berkekuatan 5,4 Skala Richter (SR) di Malang, Jawa Timur.

"Pasca erupsi Merapi 2010 lalu, perut Merapi banyak gas Co2. Saat ada goncangan dipicu kegempaan magma-magma gas Co2 ini naik ke atas sehingga menimbulkan asap Sulfatara," kata Subandrio.
More aboutBatuknya Merapi Karena Makhluk Halus Sedang Latihan Perang

Aneh! Bebatuan Ini Mengeluarkan Suara Misterius Ketika Terkena Lemparan


INI adalah fenomena yang cukup aneh. Ketika biasanya Anda melemparkan sesuatu mengenai sebuah batu, maka suara yang terdengar adalah bunyi hentaman, batu ini tidak. Mereka akan mengeluarkan bunyi seperti deringan yang cukup menarik wisatawan untuk datang dan mencari tahu asal usul suara tersebut.

Berada di kawasan County Parks di Pennsylvania, disinilah hamparan bebatuan unik berdering tersebut berada. Tersebar hingga delapan hektar, bebatuan ini menghasilkan dentang metalik bila dipukul dengan palu atau sebuah batu. Penduduk asli Amerika tahu betul sejarah bebatuan ini telah ada selama berabad-abad yang lalu.

Suara yang dihasilkan oleh batu tersebut tak pernah diduga sebelumnya. Apakah benar mereka bebatuan asli atau sengaja dibuat oleh manusia. Karena bebatuan ini benar-benar terdengar berongga, seperti logam. Fenomena ini cukup membuat para ilmuwan terheran-heran dan ahli geologi selama bertahun-tahun. Beberapa percobaan telah dilakukan untuk mencari tahu asal dari deringan tersebut namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Richard Faas, seorang ahli geologi dari Pennsylvania telah menguji beberapa batu di kawasan ini pada tahun 1965. Ia menemukan bahwa ketika ketika batu diserang, masing-masing batu akan menghasilkan nada frekuensi rendah yang tidak terdengar oleh telinga manusia. Nada-nada dari beberapa batuan berinteraksi satu sama lain dan itu adalah suara kolektif hingga pada akhirnya dapat didengar oleh manusia.

Bukan hanya suara dering yang membuat batu ini unik. Namun juga sebagian besar batu ternyata diciptakan dari hasil longsoran gunung yang runtuh. Akan tetapi, bebatuan ini letaknya di atas bukit, sudah jelas sekali bukan diakibatkan karena tanah longsor. Jadi bagaimana cara bebatuan tersebut sampai disana?

Banyak keanehan demi keanehan terdapat di kawasan ini. Inilah yang menjadikan daya tarik bagi wisatawan untuk membuktikan sendiri keanehan tersebut. Setiap tahunnya, kawasan ini menarik ribuan pengunjung baik lokal maupun asing.
More aboutAneh! Bebatuan Ini Mengeluarkan Suara Misterius Ketika Terkena Lemparan

Misteri Pohon Cemara Tumbang `Bangkit` Kembali

Sebuah pohon cemara besar yang tumbang tercabut dari tanah akibat dihantam badai tiba-tiba 'bangkit'. Setelah dibiarkan tergeletak berserakan di lapangan selama 2 bulan, secara ajaib pohon setinggi 12 meter lebih itu berdiri tegak lagi. Misteri!

Warga yang tinggal di kawasan Chiddingstone, dekat Sevenoaks, Kent, inggris itu pun dibuat kebingungan dengan 'bangkitnya' pohon itu. Sebab pohon itu sudah 'tertidur' sejak 23 Desember 2013.

Donna Bruxner - Randall, pemilik Moorden Farmhouse dan lahan di sekitar lokasi 'tidurnya' pohon itu mengaku menemukan pohon cemara itu telah tumbang akibat angin kencang sebelum Natal 2013.

Seperti dalam gambar yang dimuat Daily Mail dan dikutip Liputan6.com, Selasa (4/3/2014), pohon itu awalnya berada dalam posisi miring ke arah sebelah kanan dan dikelilingi oleh banjir setelah badai.

Namun setelah pemeriksaan baru-baru ini di lahan yang dilanda banjir itu, Donna menemukan pohon kuno itu telah kembali ke posisi semula. Dalam kondisi tegak sempurna.

Donna menyakini, kekuatan angin pada babak kedua badai pada Februari 201, yang membuat pohon seberat 10 ton itu kembali berdiri tegak.

"Seluruh akar telah keluar dari tanah, tapi setelah badai pada 1 Februari 2014, pohon itu kembali berdiri tegak dan dalam posisi normal. Tampaknya aneh, tapi itu nyata," ungkap Donna.

Pohon cemara besar itu tampaknya telah kembali menanam dirinya sendiri di tanah, yang membuat Donna dan petani Tom Day tercengang.

"Pohon itu di tanahku, tapi jatuh ke lahan petani sebelah. Kami tidak melakukan apa-apa saat Tom mengatakan akan memotongnya. Tapi setelah badai kedua beberapa minggu yang lalu, Tom mengirimi saya pesan untuk melihat pohon itu. Saya pikir dia pasti telah memotongnya, tapi malah melihat pohon itu benar-benar dalam posisi tegak," tutur Donna.

Donna benar-benar terkesima dengan 'bangkitnya' pohon itu. Ia bahkan tak habis pikir bagaimana pohon itu bisa kembali berdiri tegak. Ajaib!

"Aku tidak menyentuhnya, dan tidak ada bukti tanda bekas mesin yang melakukannya. Ini begitu aneh, pohon kembali dalam posisi begitu sempurna. Aku terkesima, dan topan kecil yang terjadi kedua kalinya adalah satu-satunya penjelasan yang kami miliki untuk itu," urai Donna.

Richard Arnold, Direktur Ahli Bedah Pohon Tree Craft mengatakan, secara teknis pohon besar memang bisa 'ditiup' kembali ke tempatnya akibat angin.

"Satu-satunya penjelasan yang dapat saya pikirkan adalah adanya keseimbangan yang baik antara berat pohon dan akarnya yang tertanam. Dan angin mungkin telah mampu mendorong pohon itu kembali jika kondisi pohon masih cukup baik untuk hidup. Meskipun mungkin sedikit aneh mungkin," jelas Richard. (Ismoko Widjaya).



More aboutMisteri Pohon Cemara Tumbang `Bangkit` Kembali

Cerita Paranormal di Makam Bung Karno Saat Gunung Kelud Meletus

Blitar - Cerita mistis di balik letusan Gunung Kelud mengalir. Boleh percaya boleh juga tidak. Karena semua yang terjadi sudah kehendak sang pencipta.

Namun cerita lain datang dari beberapa orang yang mengaku paranormal. Orang-orang ini pun mendatangi komplek Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.


Para paranormal itu menyakini sosok gaib sang proklamator 'pulang' saat Gunung Kelud memuntahkan material vulkaniknya pada Jumat (13/2 malam.

Pantauan detikcom, ada seorang pria dan dua wanita yang mengaku sebagai paranormal tampak serius berdoa di Pusara Bung Karno. Keduanya yaitu Bu Emi dan Bu Yati, warga Kota Blitar.

Bu Emi (46), seorang paranormal asal Jalan Veteran Kota Blitar mengaku bahwa dirinya merasakan ingin ke pusara proklamator sejak dua hari lalu.

"Kami menyakini beliau pulang," kata Bu Emi ketika ditemui di pusara Bung Karno, Senin (17/2/2014).

Kedua paranormal itu mengaku memang sering menjalani ritual puasa, maupun ritual lainya, sehingga mengklaim memiliki indera lebih tajam dibanding manusia normal lainya.

"Bapak sekarang sedang ada pertemuan, tadi hanya sempat melambaikan tangan dan senyum, dan beliau meninggalkan Blitar sekitar pukul 10.00 WIB," ungkap Bu Yati menceritakan penerawangannya.

Menurut kedua paranormal ini, kondisi Kota Blitar yang relatif aman dari dampak letusan Gunung Kelud, karena peran sosok gaib Bung Karno.

"Beliau tetap mengayomi warga Blitar, saat terjadi maupun pasca letusan Kelud," tambah Bu Emi.

Sementara, Kahfi nezar (46), sang juru kunci makam, mengaku tidak ada firasat ataupun menemui kejadian mistis saat terjadi letusan maupun pasca letusan Kelud.

"Tidak ada firasat ataupun kejadian aneh," tukas Kahfi.
More aboutCerita Paranormal di Makam Bung Karno Saat Gunung Kelud Meletus

Pulau Misterius Muncul di Muaragembong Bekasi


Tanah timbul yang membentuk pulau baru dengan panjang 2 kilometer dan lebar 15 meter, tiba-tiba muncul di tengah laut. Fenomena itu awalnya ditemukan sejumlah nelayan yang tengah mencari ikan di tengah laut.

Tanah timbul itu letaknya sekitar 2 kilometer dari bibir pantai, di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kawasan itu kini ramai dikunjungi warga yang bisa menjangkaunya dengan menempuh perjalanan menggunakan perahu selama satu jam.

Runci, salah satu warga sekitar mengatakan, fenomena ini merupakan yang pertama terjadi di laut Muaragembong.

Runci menduga, tanah timbul terjadi akibat banyaknya pasir dan batu kerikil yang terbawa arus sungai menuju laut. "Sepertinya terjadi akibat banjir kemarin. Laut ini kan, muara dari sejumlah sungai," katanya, Selasa 25 Februari 2014.

"Tetapi itu masih perkiraan saya, belum valid,” imbuhnya.

Runci mengaku sudah mendatangai tanah timbul yang menyerupai sebuah pulau tersebut. Seluruh permukaan di tempat itu, berupa pasir hitam bercampur kerang-kerang kecil.

Struktur pulau baru itu membentang membentuk garis melengkung ke arah laut. "Warga Muaragembong, menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata baru," katanya.

Saat ini warga sudah memasang beberapa papan peringatan, untuk menghindari penambangan pasir secara ilegal di tanah timbul tersebut.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab adanya tanah timbul tersebut.

Kepala Dusun di Desa Pantai Pantai Sedernaha Karih Nuryanto mengaku belum melaporkan fenomena itu ke pemerintah setempat. "Mungkin minggu depan baru akan kami laporkan," katanya.
More aboutPulau Misterius Muncul di Muaragembong Bekasi